Minggu, 23 Agustus 2015

 ASAL MULA NAMA GARUT











Siapa yang tak mengenal Garut? Kabupaten yang dewasa ini terkenal dengan kuliner dodol itu sudah dikenal oleh banyak orang. Tapi, siapa yang mengetahui bagaimana wilayah ini bisa disebut sebagai Garut? Konon katanya, nama Garut muncul dari suatu ketidaksengajaan, yaitu ketidakfasihan seorang Eropa dalam mengucapkan nama suatu tanaman berduri. Untuk mengetahui hal tersebut, mari kita kembali ke pertengahan abad ke-18..
            Alkisah, para pekerja dari bupati Garut (dahulu bernama Kabupaten Limbangan) saat itu, Raden Adipari Aria Adhiwijaja, yang sedang mencari ibu kota untuk Kabupaten Limbangan menemukan Cimurah (sekitar 3 km sebelah timur Suci), tetapi  di daerah tersebut air bersih sulit diperoleh. Kemudian para pekerja mencari ke arah barat Suci, sekitar 5 km dan mendapatkan tempat yang cocok untuk dijadikan ibu kota.

            Tempat tersebut berupa dataran yang dikelilingi oleh banyak gunung menarik serta terdapat mata air semacam telaga kecil yang tertutup dengan semak belukar berduri. Saat mereka menemukan telaga tersebut, salah seorang pekerja tergores sampai tangannya berdarah. Seorang Eropa yang turut dalam rombongan pekerja tersebut bertanya, “Mengapa berdarah?”. Kemudian pekerja tersebut menjawab, “Kakarut” (tergores, red). Seorang Eropa tersebut lalu menirukan kalimat “kakarut” secara tidak fasih sehingga terucap sebagai “gagarut”. Pada akhirnya semak belukar tersebut dinamakan Ki Garut, sebuah pohon berduri yang dalam bahasa latinya disebut Marantha, dan telaga tersebut di beri nama Cigarut, yang kemudian wilayahnya disebut sebagai Garut. Letak mata air Cigarut tersebut sekarang ditempati bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri I dan II di Jalan Ahmad Yani No. 43 (sebuah tempat yang konon dahulunya sangat angker).          
             Dengan demikian setelah cetusan nama Garut diresmikan oleh Bupati R.A.A. Adhiwijaja sebagai ibu kota Kabupaten Limbangan, sampai saat ini wilayah tersebut dinamai Kabupaten Garut.      
       Berawal dari “kakarut“, berakhir dengan “ciGarut


harti ratu

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

18 komentar:

  1. jadi makin cinta garut, yuhuuu

    BalasHapus
  2. ohh begitu yaaa. thanks aganwati ^^

    BalasHapus
  3. wah teryata begituya legenda situ bagendit.saya jadi bangga tinggal didaerah dekat situ bagendit.terimakasih

    BalasHapus